Ini adalah sebuah realita
Seorang gadis yang sedang menikmati dunia,
menikmati kebahagiaan yang fana
Dia yang terperosok dalam,
terjatuh di jurang kelam
Ini adalah realita
Kegelapan telah menjadi pelitanya,
dan cahaya tak lagi dihiraukannya
Mengumbar semua yang dia punya,
hanya untuk dapatkan perhatian mereka
Tak kurang-kurang emaknya menangis,
melihat tingkah laku sang gadis
Ketika sang emak sakit,
dia malah asik menikmat alunan diskotik
dia tak peduli,
menutup telinga dan hati
Lalu di mana gadis kecil yang lugu itu?
Yang selalu tertidur ditimang emaknya,
yang setiap sore melantunkan ayat-ayat suci-Nya
di mana?
Dia tersesat,
tak tahu jalan pulang
atau memang tak ingin pulang
Dia terjatuh,
terperosok di jurang kelam
sampai tak bisa melihat terang
Kini kepalsuan menjadi bahagianya
Kebbohongan membuat senyum di wajahnya
Ya, ini realita,
bukan sebuah prosa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar